Archive for July, 2006

setaon nge-blog

Wednesday, July 26th, 2006

Pagi ini gw liat di deretan archive blog ada 2 July Archive,
artinya umur blog ini setahun sudah….

Ga kerasa…. dan ga nyangka… blognya masih exist sampe sekarang.
Padahal awalnya cuma iseng2 aja, ga yakin juga mau diisi tulisan apa.

Gw bukan penulis dan ga pernah ngerasa punya bakat nulis…
waktu SMA sih pernah nyoba bikin cerpen yang setelah gw baca2 lagi
“koq makin djayus?”, akhirnya masuk ke tong sampah!

Puitis juga tidak…. walopun seneng kalo dikasih puisi… ehehe.

Tapi ternyata ada juga ya yang baca blog gw ini…
beberapa respon yang masuk berkomentar bahwa blog gw lucu ::makasii::, ada juga yang mendukung gw supaya menulis buku…..??

Hah….? saya blogger… bukan writer…
yang gw tulis disini…. cuma celotehan seenak udel.
Bahasa indo campur english campur sari, belepotan, ga masyalah.
Ga ada yg peduli… :::Thanks God I’m Not Miss Indonesia:::
Nulis buku…? it’s a big deal !!!

Sebagai blogger ajah… sudah cukup.
As long as you’re still reading… I’ll keep on writing…
jadwalnya jangan ditanya…. sempetnya ajah…. :D

Thanks for reading my chatterbox…!! :)

My Daddy’s Book Empire

Friday, July 21st, 2006

Tanamkan Semangat Membaca Sejak Dini….

Slogan yang satu ini sepertinya sangat dihayati sepenuh jiwa raga oleh bokap gw…. sangat! Dan objek penanaman pertamanya tentunya adalah Gue, si sulung.

Sebagai anak dari bokap yang tergolong “Book Freak”, harusnya gw tumbuh jadi anak yang cinta buku…. bukan begitu bukan???
Belum tentuuuu….

Jadi ceritanya begini, waktu kecil dulu bokap gw suka sekali baca, tapi ga mampu beli buku. Waktu masih kuliah Arsitektur di Bandung, demi memenuhi kebutuhannya akan buku, beliau membeli buku2 bekas.
Dari situlah kisah My Daddy’s Book Empire dimulai.

Kecintaan akan buku2 bekas perlahan diupgrade dengan buku2 baru, sehingga ketika SD, gw udah bisa menikmati tinggal di “Rumah Buku”.

Di Living Room ada 4 rak buku besar dari lantai sampai langit2 sebagai partisi ke Guest Room, di tengahnya ada 2 meja kecil dengan rak buku dibawahnya. Di bawah sofa Letter L yang muat 12 orang, kalau joknya diangkat masih ada “Tempat Menyimpan Majalah2 Lama”.

Naik ke lantai atas, adalah perpustakaan pribadi bokap. Di ruangan 5 x 20 meter itu isinya 4 lemari buku besar 2 pintu, dari lantai ke langit2, dan 6 buah rak buku tinggi 1 meter.

Masuk ke kamar bokap, di sebelah lemari baju, ada lemari buku. Di atas komputer juga ada rak buku. Masuk ke dapur… ada rak buku resep… hehehehe.

Itu belum termasuk majalah dan buku2 yang ngga kebagian tempat yang tergeletak disana-sini. Oh ya… belum termasuk yg di gudang.

Buku2 apakah itu sampai segitu banyaknya….?
Well… ada buku2 arsitektur, konstruksi, interior, photography, manajemen, bisnis, kesehatan, tumbuh2an, komputer, buku rohani, alkitab dari berbagai macam versi, konkordansi, Dictionaries, complete series of Old Encyclopedia, sastra, puisi, catur, etc. etc. Dan segala macem majalah dalam dan luar negri dari taon 70an!!!

Dan apakah gw sudah pernah membaca semuanya……?
Tentu saja tidak…..!!! hehehehe….

Alasan utamanya bukan saja karna buat gw semua topiknya ga menarik,
tapi juga karna gw bakal gatel2 dan langsung pilek kena debu dan kutu buku2 tua.

Belom lagi cara bokap beliin buku buat anaknya, bikin gw tambah malez…lez..lez…
Menjelang Ebtanas, dijamin akan ada setumpuk buku2 kumpulan soal dari Matematika, Biologi sampai PMP dari taon sekian2, pemberian bokap.
Padahal dari sekolah gw juga dapet fotocopy-an segabrek, dan soal2nya samaaaaa persiiiis, cuma diulang2 tiap taon. Buat apa gw kerja 2 kali??
Akhirnya setiap abis Ebtanas ada 2 dus buku yang disumbangin, masih dalam keadaan mulusssss tak terbaca.

Bokap juga ga bisa tuh beli 1 buku aja untuk satu topik, jadi kalau dia mau beli buku tentang Autocad misalnya, sekali beli bisa 8 -10 buku dengan isi yang ngga beda jauh. Minggu depannya dia tambahin lagi 3-5 buku.
Hasilnya di akhir bulan bisa ada 30 buku tentang Autocad doank, dari yang besar dan tebel, sampai yang mirip pocket book.
Hasilnya…? Apakah dia sudah jago Autocad…?
Ngga juga sih, belum sempet semua buku2 itu dibaca, komputernya udah rusak duluan, lalu teknologi bergeser terus sampai akhirnya buku2 tersebut sudah ga berguna lagi karna ketinggalan jaman.

Pola yang sama juga terjadi dengan topik2 lainnya, misalnya “Cara Bermain Catur”, “Cara Menanam Tomat”, atau “Cara Bermain Internet”.
iiiih ngga penting bangeeeet siiiih…..

Buat gw yang punya prinsip hidup hemat yaitu “beli yang penting2 saja”
pemborosan semacam itu jadi tema berantem rutin yang lumayan seru.
Coz i think the amount he spend to buy those books can be equal to a damn good car….. maybe…. :p

Sehingga dampak negatif lain yang dihasilkan My Daddy’s Book Empire adalah………………….. I hate books….

* * * * * * *

Rasa sebal gw pada buku semakin menjadi, ketika kami harus pindah rumah ke Bogor. dan bokap bersikeras membawa koleksi bukunya itu ke rumah yang baru.

Bahkan setelah membuang separuh majalah2 dan buku2 tua-nya, masih dibutuhkan sekitar 60 kardus besar buku yg beratnya masing2 setara dengan anak gajah, dan 3 kali angkut dengan truk barang!!
Kemudian dibutuhkan 2 bulan untuk membereskan ribuan buku itu, sampai semuanya masuk ke lemari dan gudang sesuai dengan kategori masing2.
Selama 2 bulan berturut2 gw pilek terus ga sembuh2. Dan ketika semua buku2 itu ga muat masuk dalam lemari… maka dus2 buku pun disusun rapi, tumpukin kasur diatasnya…. dan…….”Voilaa… Say hi! to my new Ranjang”

Sampai hari ini total sudah 5 kali gw pindah rumah, dengan kerepotan yang sama. Setiap kali pindah ada ratusan buku dan majalah yang mau ga mau harus diloak karna sudah ga ada tempat lagi. Dalam hati kasian juga sih liat bokap yang sepertinya ga rela melihat koleksi berharganya raib, tapi di sisi lain lega juga…. mengurangi beban pindahan… hehehe.
Setelah pindahan yang terakhir, koleksi buku bokap sepertinya tinggal 20 dus yang cukup menempati gudang lantai atas saja, sementara koleksi buku2 kesayangannya tetap di kamar tidur.

Tapi yang namanya Cinta….. emang ga ada matinyaaa….
Objek pembelian buku yang sekarang, korbannya adalah My Brother… !!
Bokap yang terobsesi anaknya jadi Animator, membeli buku2 animasi 3D & Video Editing dari berbagai penerbit, dari yang 30 ribuan, sampai 300 ribuan.
Padahal adik gw itu ga pernah mau baca, katanya ga penting… udah dapet di kampus, tapi tetep aja dibeliin terus. Saat ini sudah ada 1 lemari baru khusus buat buku2 itu, ditambah dengan puluhan CD program dan tutorial tentang animasi, texture & video editing…. yang rata2 “ga penting”.
Kalo gw itung2 nilainya, semuanya mungkin bisa mencapai 5 juta.
Sementara keadaan ekonomi keluarga kita, bisa dibilang… dalam keadaan “ikat pinggang”. Bisa bayangkan betapa gemesnya gw…….???

Kemarin lusa…. sekali lagi gw ribut dengan bokap gara2 buku!
Diakhiri dengan ancaman, bahwa gw akan menjual kembali semua buku2 yang ia beli.
Somehow i think…. I’ve hurt his feelings with my words….
I’m sorry Dad…. :( I Love You… I do….
I thank you for everything you’ve done.
I just hate Your Love for Books…….!!! can’t help it.

Do you think I’m weird………………..??? or shallow……….???
i like guys who read books…. i think they’re sexy.
gw juga suka baca koq… gw hanya ga suka beli buku yg ga penting2 amat!!!

some friend says…. the ones you hate… are usualy the one you’ll get.
so… most probably i’ll get a husband, who’s also a “book freak”.
my….oh my…. another episode of The Book Empire huh????

wish me luck then…….. huehehehehehehe…….

Hello… BlaBla… Thank You

Monday, July 17th, 2006

Menurut tata krama bertelepon yang baik,
untuk menyudahi pembicaraan di telpon,
harus diakhiri dengan kata2 terima kasih…
atau kata2 penutup lainnya yang sopan.
Tidak membanting telepon…
atau menutup telepon ditengah2 pembicaraan.

Orang2 yang berpendidikan seharusnya tau hal ini.
Tapi kenapa ya gw akhir2 ini sering menemukan orang2 yang terpelajar, bahkan sekolah di luar negri… punya title MBA (bukan Married By Accident), malah ga punya tata cara bertelepon yang baik. Terutama kalau berbicara dengan orang yang mereka anggap derajadnya lebih “rendah”. Entah karna tingkat ekonomi yang lebih rendah, tingkat pendidikan yang lebih rendah, atau posisi orang itu sebagai bawahan.

Baru2 ini salah seorang rekan kantor pun curhat…
ada lagi klien yang nyebelin banget … terutama kalo ngomong di telp.
Temen gw ini males banget ngomong sama si tante “Lion Head”
(itu sebutan kita untuk tante2 tajir yg suka disasak tinggi… hehehe)

Pertama : karna dia suka pake kata2 “YOU” dengan nada bossy.
gayanya sok bule banget mentang2 anaknya lulusan luar negri (anaknya lho bukan dianya), atau seakan2 dia bos yang boleh nyuruh2 karyawan disini seenak hati.

Kedua : karna nada bicaranya yang jutek & arogan, serasa Jakarta milik dia.
::okay, maybe yes… u’re so damn rich… so what gitu loooh?::

Tapi yang ketiga bener2 bisa bikin orang naek darah…
Sementara temen gw ini berusaha menjelaskan persoalan kenapa barang yang dipesan kemungkinan tidak bisa sampai pada jam 12, dengan juteknya dia potong…
“Pokoknya YOU anter aja kesini jam 12, selain itu saya ga ada!!”
“CLICK..!!” Telpon langsung diputus tanpa ba bi bu…..
teman gw bahkan BELUM SELESAI BICARA…..!!!

Gw jadi ikutan panas!! soalnya beberapa minggu yang lalu gw juga dapat perlakuan sama dari salah seorang klien.
Okay… people make mistakes sometimes…
but should you be such a “bitch”..??
Dari merasa ga enak hati dan mau menebus kesalahan (walopun bukan sepenuhnya salah gw), malah berbalik jadi pengen nabok !!

Even if u own the world … you shouldn’t talk like that.

Hello… Mrs. LiOn HEad…
no matter how big your hair is
or whatever your title is…
for me… you are still… “kampungan”!!

Thank You…

:::Click:::

u lazy girl…!!!

Sunday, July 2nd, 2006

being sick for weeks… can put you in dangerous hibernation mode.

yeap, berhubung kata dokter gw ga boleh cape2, ga boleh makan yang spicy, crispy, dan segala yg enak2 ithuu.
sepertinya gw jadi keterusan parno!!!
this is not good…… hidup jadi ga efektif.

minggu pertama setelah sakit bisa dimengerti kalo badan masih lemes, susah naek2 tangga (jadi kehabisan napas gitu bo… serem juga sih) alhasil gw jadi males naek turun tangga di kantor, apa2 suruh OB, kalo ada klien dateng di ruang meeting bawah… kadang gw melempar tugas ke rekan lain.. hohoho.
Jalan jauh2…naik busway? aduuh ntar bisa kecapean…jadi setiap pagi diantar sampai ke depan kantor ma bokap!
Dateng lebih siang ke kantor juga sedikit banyak dapat dimaklumi…
hasilnya gw jadi malezz bangun pagi (sebelumnya juga emang dah males, tapi semakin menjadi2).
Bahkan untuk mikir pun rasanya koq capek yaaaa???
Kalo hari sabtu & minggu… bawaannya mau tidur nonstop.
I think I’m getting lazy here….

Sebenernya kaki gw juga gatel pengen jalan2 sih. Jadi minggu lalu, merasa sudah sembuh…jalan2 lah gw ke Pondok Indah Mall, Senayan City, Plaza Senayan, makan Tamani’s Chicken Maryland (melanggar pantangan gorengan), nonton Tokyo Drift dan sukses tepar besok lusanya. Siang2 di kantor badan gw tiba2 anget… , dengan Semangat Parno ‘45, gw minta ijin pulang saat itu juga, dan di rumah langsung bobo kyk orang pingsan… haha.
Untungnya ngga kenapa2 deh… amit2 klo sampe Typhus V.

After that incident, I’m back to hibernation mode….

Gw akan merasa bersalah sama tubuh gw, kalo gw ngantuk dan ngga dibawa tidur, atau kalau jadi cape setelah melakukan perkerjaan2 gw, atau kalau mikir kebanyakan…. doh? (lama2 bisa jadi oon nih)
Seems like my body…or my mind?…wanted life to be easier, just because i was sick….

well… i hope this “lazy girl” won’t stay long…
kemaren sih dah dikasih motivation boost ala seafood…. HOW?
Dengan makan Kepiting Jumbo Saos Tiram yg rasanya ternyata kurang nikmeh tanpa sambel mangga plus kecap. Begitu juga dengan Pizza tanpa saus cabe dan undangan santap makanan Manado di Beautika yg sangat berat ditolak.
Jadi rasanya termotivasi untuk cepat2 sembuh total dan get back on track, supaya bisa kelayapan dan berwisata kuliner lagiii…..
Saya rinduuuuu sambaaaal……

Wish me well my frenz…